Kegiatan | December 01, 2017 at 05:25 PM post by admin (view 7)


 Guna menurunkan angka kriminalitas maupun tingkat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat minuman keras (miras) jenis Cap Tikus (CT), jajaran Polres Minahasa melalui Bhabinkamtibmas Polsek Langowan Aiptu Jopie Kaparang mendatakan dan menghimbau petani cap tikus beralih fungsi dari pembuat cap tikus ke pengelola gula aren atau gula merah. Hal tersebut dilakukannya agar kriminalitas yang dipengaruhi miras di wilayah Minahasa khususnya di Langowan dapat diminimalisir dan hasil pengelolaan cap tikus tidak salah edaran dan sasaran. 

Menurut Aiptu Kaparang, melalui datanya, jika dihitung perbanding hasil gula merah dengan cap tikus kurang lebih 20 persen perbandingannya. 

“Hasil petani gula merah mempunyai keuntungan kurang lebih 20% dibandingkan dengan hasil petani cap tikus. Selain itu pembeli gula merah banyak yang suka dan antri. Sementara petani cap tikus yang tak berijin jual miras, harus secara sembunyi-sembunyi peredarannya. Bahkan tak jarang hasil atau pun barang dagangannya disita aparat kepolisian. Jika sudah berhubungan dengan aparat penegak hukum, jelas sudah petani cap tikus juga yang mengalami kerugian,” kata Kaparang kepada awak media di Mapolsek Langowan beberapa waktu lalu. 

Dikatakannya, angka kriminalitas akibat dipengaruhi oleh cap tikus di Langowan dari tahun ke tahun terus terjadi. Untuk itu dirinya berupaya membuat suatu komunitas dan mengkapanyekan Komunitas Petani Gula Merah (KPGM). 

“Selain meminimalisir angka kriminal akibat minumas keras di wilayah Langowan khususnya warga di desa binaan saya desa Kayuuran Atas, saya membentuk Komunitas Petani Gula Merah. Tujuan saya membuat komunikasi ini agar para petani cap tikus ke profesi pembuat gula merah sekaligus mengkampanyekan tentang pengolahan gula merah adalah yang terbaik. 

Dengan beranggotan 25 orang petani, lanjutnya, suatu komunitas yang sudah dibentuk butuh pengorbanan agar tujuan tercapai. Dikatakannya, salah salah pengorbanan yang dilakukannya yaitu dengan diberikannya sumbangan kuali kepada petani gula merah . 

“Untuk merasang para petani beralih fungsi dari petani cap tikus ke petani gula aren saya menyumbang sebuah kuali besar agar mereka terobsesi dan beralih profesi,” katanya.

Ia juga mengatakan, arahan dan himbauan yang disampaikan tak terlalu sulit pasalnya, para petani cap tikus umumnya pernah menjadi pengelola gula merah.

“Ajakan ini sebenarnya tak sesulit yang dipikirkan, karena sebelumnya para petani itu pernah membuat gula yang didapatnya dari pohon aren,” pungkas Bhabinkamtibmas itu.

Dirinya berharap, jika semua Bhabinkamtibmas melakukan hal yang sama, tentunya angka kriminal menurun serta keamaan dan ketertiban di masyarakat tetap terjaga.

Kapolres Minahasa
CHRIST REINHARD PUSUNG, SIK
Tanggal & Jam Server
12 December 2017 06:48